Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts

February 8, 2017

Perjalanan Hidup Syekh Ahmad Asrori Al Ishaqi






KH. Ahmad Asrori Al-ishaqi 


Merupakan putera dari Kyai Utsman Al-Ishaqi. Beliau mengasuh Pondok Pesantren Al-Fithrah Kedinding Surabaya. Kelurahan Kedinding Lor terletak di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya.

Di atas tanah kurang lebih 3 hektar berdiri Pondok Pesantren Al-Fithrah yang diasuh Kiai Ahmad Asrori, putra Kiai Utsman Al-Ishaqy. Nama Al-Ishaqy dinisbatkan kepada Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, karena Kiai Utsman masih keturunan Sunan Giri. Semasa hidup, Kiai Utsman adalah mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.

Dalam dunia Islam, tarekat Naqsyabandiyah dikenal sebagai tarekat yang penting dan memiliki penyebaran paling luas; cabang-cabangnya bisa ditemukan di banyak negeri antara Yugoslavia dan Mesir di belahan barat serta Indonesia dan Cina di belahan timur.

Sepeninggal Kiai Utsman tahun 1984, atas penunjukan langsung Kiai Utsman, Kiai Ahmad Asrori meneruskan kedudukan mursyid ayahnya. Ketokohan Kiai Asrori berawal dari sini.

Tugas sebagai mursyid dalam usia yang masih muda ternyata bukan perkara mudah. Ia mendirikan pesantren Al-Fithrah di Kedinding Lor, sebuah pesantren dengan sistem klasikal, yang kurikulum pendidikannya menggabungkan pengetahuan umum dan pengajian kitab kuning.

Ia juga menggagas Al-Khidmah, sebuah jamaah yang sebagian anggotanya adalah pengamal tarekat Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Jamaah ini menarik karena sifatnya yang inklusif, ia tidak memihak salah satu organisasi sosial manapun.

Meski dihadiri tokoh-tokoh ormas politik dan pejabat negara, majelis-majelis yang diselenggarakan Al-Khidmah berlangsung dalam suasana murni keagamaan tanpa muatan-muatan politis yang membebani.

Kiai Asrori seolah menyediakan Al-Khidmah sebagai ruang yang terbuka bagi siapa saja yang ingin menempuh perjalanan mendekat kepada Tuhan tanpa membedakan baju dan kulit luarnya. Pelan tapi pasti organisasi ini mendapatkan banyak pengikut.

Saat ini diperkirakan jumlah mereka jutaan orang, tersebar luas di banyak provinsi di Indonesia, hingga Singapura dan Filipina. Dengan kesabaran dan perjuangannya yang luar biasa, Kiai Asrori terbukti mampu meneruskan kemursyidan yang ia dapat dari ayahnya.

Bahkan lebih dari itu, ia berhasil mengembangkan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah ke suatu posisi yang mungkin tak pernah ia bayangkan.

Kiai Asrori adalah pribadi yang istimewa. Pengetahuan agamanya dalam dan kharisma memancar dari sosoknya yang sederhana. Tutur katanya lembut namun seperti menerobos relung-relung di kedalaman hati pendengarnya. Menurut keluarga dekatnya, sewaktu muda Kiai Asrori telah menunjukkan keistimewaan-keistimewaan. Mondhoknya tak teratur. Ia belajar di Rejoso satu tahun, di Pare satu tahun, dan di Bendo satu tahun.

Di Rejoso ia malah tidak aktif mengikuti kegiatan ngaji. Ketika hal itu dilaporkan kepada pimpinan pondok, Kiai Mustain Romli, ia seperti memaklumi, “biarkan saja, anak macan akhirnya jadi macan juga.” Meskipun belajarnya tidak tertib, yang sangat mengherankan, Kiai Asrori mampu membaca dan mengajarkan kitab Ihya’ Ulum al-Din karya Al-Ghazali dengan baik. Di kalangan pesantren, kepandaian luar biasa yang diperoleh seseorang tanpa melalui proses belajar yang wajar semacam itu sering disebut ilmu ladunni (ilmu yang diperoleh langsung dari Allah SWT). Adakah Kiai Asrori mendapatkan ilmu laduni sepenuhnya adalah rahasia Tuhan, wallahu a’lam.


Ayahnya sendiri juga kagum atas kepintaran anaknya. Suatu ketika Kiai Utsman pernah berkata “seandainya saya bukan ayahnya, saya mau kok ngaji kepadanya.” Barangkali itulah yang mendasari Kiai Utsman untuk menunjuk Kiai Asrori (bukan kepada anak-anaknya yang lain yang lebih tua) sebagai penerus kemursyidan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah padahal saat itu Kiai Asrori masih relatif muda, 30 tahun.

Jika dirunut, Kiai Ahmad Asrori memiliki darah keturunan hingga Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang ke 38, yakni Ahmad Asrori putra Kiai Utsman Al Ishaqi. Namanya dinisbatkan pada Maulana Ishaq ayah Sunan Giri. Karena Kiai Utsman masih keturunan Sunan Giri. Kiai Utsman berputra 13 orang.

Berikut silsilahnya :
Ahmad Asrori Al Ishaqi – Muhammad Utsman – Surati – Abdullah – Mbah Deso – Mbah Jarangan – Ki Ageng Mas – Ki Panembahan Bagus – Ki Ageng Pangeran Sedeng Rana – Panembahan Agung Sido Mergi – Pangeran Kawis Guo – Fadlullah Sido Sunan Prapen – Ali Sumodiro – Muhammad Ainul Yaqin Sunan Giri – Maulana Ishaq – Ibrahim Al Akbar – Ali Nurul Alam – Barokat Zainul Alam – Jamaluddin Al Akbar Al Husain – Ahmad Syah Jalalul Amri – Abdullah Khan – Abdul Malik – Alawi – Muhammad Shohib Mirbath – Ali Kholi’ Qasam – Alawi – Muhammad – Alawi – Ubaidillah – Ahmad Al Muhajir – Isa An Naqib Ar Rumi – Muhammad An Naqib – Ali Al Uraidli – Ja’far As Shodiq – Muhammad Al Baqir – Ali Zainal Abidin – Hussain Bin Ali – Ali Bin Abi Thalib / Fathimah Binti Rasulullah SAW.

Semasa hidup, Kiai Utsman adalah mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Dalam dunia Islam, tarekat Naqsyabandiyah dikenal sebagai tarekat yang penting dan memiliki penyebaran paling luas; cabang-cabangnya bisa ditemukan di banyak negeri antara Yugoslavia dan Mesir di belahan barat serta Indonesia dan Cina di belahan timur. Sepeninggal Kiai Utsman tahun 1984, atas penunjukan langsung Kiai Utsman, Kiai Ahmad Asrori meneruskan kedudukan mursyid ayahnya. Ketokohan Kiai Asrori berawal dari sini

Terimah Kasih...

February 7, 2017

Asal Mula Langit, Bumi, Malaikat, dan Jin atau Iblis

 

Asal Mula Langit dan Bumi


Asal Mula Langit dan Bumi


    Sebelum Nabi Adam diciptakan. Allah menciptakan alam semesta ; langit
bumi dan segala isinya; gunung, laut, tumbuhan, hewan. Binatang dan Matahari
sebagai sumber panas dan bulan sebagai penerang malam.
Langit dan Bumi oleh Allah diciptakan dalam waktu enam hari atau masa.
Sedangkan satu hari atau satu masa di sisi tuhan masa dengan seribu tahun
menurut perhitungan manusia.

    Allah Maha Kuasa apabila menghendaki sesuatu cukup berfirman, "Kun"
(Jadilah!) maka jadilah apa yang di inginkan Nya.
Demikianlah hanya dalam beberapa hari saja proses penciptaan alam
semesta sudah berarti jutaan tahun bagi manusia. Tidak heran jika ilmuan
menemukan fosil yang usianya jutaan tahun.




Asal Mula Malaikat

Asal Mula Malaikat


    Sesudah menciptakan langit dan bumi maka Allah menciptakan makhluk
yang bernama malaikat. Malaikat dibuat dari Nur atau Cahaya. Malaikat
diciptakan sebagai makhluk yang tunduk patuh senantiasa berbakti kepada
Allah. Sama sekali tidak pernah durhaka kepada-Nya.

    Malaikat tidak mempunyai nafsu, tidak makan dan tidak tidur, tidak
melakukan perbuatan dosa. Tidak berjenis laki-laki atau perempuan dan
mempunyai alam tersendiri yaitu alam ghaib yang tidak dapat dilihat manusia.



Asal Mula Jin dan Iblis

Asal Mula Jin dan Iblis


    Jin dan Iblis diciptakan dari api yang sangat panas. ia mempunyai jenis
kelamin laki-laki dan perempuan. Jin ada yang patuh dan ada yang ingkar
kepada perintah Tuhan. Jin yang ingkar dan membangkang perintah Tuhan
disebut Iblis dan Setan.

    Iblis dan keturunannya adalah makhluk yang sangat durhaka dan jahat.
Tidak ada kebaikannya sama sekali. Pekerjaan iblis dan setan adalah
menggoda manusia agar tersesat dan jatuh dalam lembah dosa.

    Permintaan iblis untuk hidup di dunia sapai hari kiamat dikabulkan Allah.
sebab dahulu iblis adalah makhluk yang pernah patuh kepada Allah. Jadi
perpanjangan umur bagi iblis hingga hari kiamat adalah sebagai balasan bagi
kebaikannya di masa lalu sebelum diciptakannya Nabi Adam. Setelah Nabi
Adam diciptakan oleh Allah, Iblis menjadi makhluk pembangkang, maka ia
dikutuk oleh Allah dan diusir dari surga. Kelak setelah hari kiamat Iblis dan
Setan akan dimasukkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang berdosa.

    Karena itu iblis dan setan berusaha mencari teman sebanyak-banyaknya
dari kalangan jin dan manusia agar menjadi penghuni neraka.

Baca Juga !!! : Asal Mula Nabi Adam as



Kisah Qabil dan Habil


Kisah Qabil dan Habil

 

Qabil dan Habil 


    Waktu terus berlalu. Pada tahun pertama sejak mereka dipertemukan
Hawa melahirkan sepasang anak kembar, lelaki dan perempuan. Si lelaki
dinamakan Qabil, yang perempuannya dinamakan Iqlima.

    Pada tahun berikutnya lahir lagi sepasang anak kembar, yaitu Habil dan
Labuda. Nabi Adam dan Hawa berharap keempat anak pertamanya ini
akan menurunkan anak cucu yang berkembang biak mengisi bumi Allah.

    Dibawah asuhan ayah ibunya yang penuh cinta kasih, tumbuhlah
keempat anak itu dengan cepatnya. Nabi Adam dan Hawa tidak membeda-bedakan
kasih sayang diantara anak-anaknya. Yang perempuan dididik
sesuai dengan kodrat wanita yaitu menolong ibunya dan mengurus rumah
tangga dan melakukan hal-hal yang menjadi tugas wanita. Sedang yang, laki-
laki mencari nafkah sesuai dengan bakat masing-masing. Qabil berusaha
dalam bidang pertanian, Habil berusaha di bidang peternakan.

    Ketika menginjak usia dewasa Allah memberi petunjuk kepada Nabi Adam
agar mengawinkan putra-putrinya. Qabil dikawinkan dengan adik Habil yang
bernama Labuda. Sedang Habil dikawinkan dengan adik Qabil yang bernama
Iqlima. Inilah syariat yang ditentukan Allah. Cara ini disampaikan Nabi
Adam kepada putra-putrinya. Namun Qabil menolaknya mentah-mentah. Ia
tidak mau dikawinkan dengan Labuda yang berwajah jelek, tidak secantik
adiknya sendiri yaitu Iqlima.

    Rupanya Qabil termakan bujukan Iblis, Ia lebih mempertuturkan hawa
nafsu daripada akalnya. Ia tidak mau menerima syariat yang ditetapkan Nabi
Adam.

    Nabi Adam adalah ayah yang bijaksana. Ia terus menasihati Qabil agar
menerima keputusan yang berasal dari Allah, namun Qabil tetap menolak.
Akhirnya Adam memrinyahkan kepada Qabil dan Habil mempersembahkan
qurban. Biarlah Allah sendiri yang akan menentukan masalah itu.

    Maka dengan disaksikan seluruh anggota keluarga Adam, Qabil dan Habil
mempersembahkan di atas bukit. Qabil mempersembahkan hasil
pertaniannya. Ia sengaja memilih hasil gandum dari jenis yang jelek. Sedang
Habil mempersembahkan seekor kambing terbaik dan paling ia sayangi.

    Dengan berdebar-debar mereka menyaksikan dari jauh. Tak lama kemudian
nampak api besar menyambar kambing persembahan Habil. Sedangkan
gandum persembahan Qabil tetap utuh, berarti qurbannya tidak diterima.

    Qabil sangat kecewa melihat kenyataan itu. Ia terpaksa
menerima keputusan itu. Padahal hatinya tetap tidak mau menerimanya. Maka
berlangsunglah pernikahan itu. Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima.

    Hari-hari berlalu. Iblis datang merasuki pikiran Qabil. Ia membisikan
sesuatu. Bahwa jika Qabil dapat membunuh Habil tentulah ia akan dapat
mengawini Iqlima yang cantik jelita. Hal ini terus menerus dilakukan oleh Iblis
tanpa jemu dan bosan.

    Pada dasarnya nafsu Qabil memang ingin memiliki Iqlima, maka ia
turuti bisikan iblis itu.

    Pada suatu hari, ketika Habil menggembalakan ternaknya di tempat
yang sepi. Jauh dari pemukiman Nabi Adam dan Hawa. tiba-tiba tanpa
setahu Habil saudaranya itu memukul kepalanya dengan keras sekali.

    Maka matilah Habil. Inilah pembunuhan pertama atas umat manusia di
bumi. Iblis tertawa kesenangan, ia sudah mempunyai teman.

    Setelah Habil mati, Qabil merasa kebingungan. Diguncang-
guncangkan tubuh saudaranya itu, tentu saja tak mau bergerak. Lalu ia
bawah kesana kemari. Ia benar-benar kacau, tak tahu harus dikemanakan
mayat saudaranya itu. Ia merasa menyesal, air matanya berlinangan.

    Pada saat Qabil kebingungan, Allah memberikan ilham melalui burung
gagak. Ada dua ekor burung gagak yang berebut hendak memetuk mayat
Habil. Burung gagak itu bertarung. Salah seekor tewas dalam pertarungan
itu. Lalu burung gagak yang masih hidup menggali tanah. Burung gagak
yang mati ditarik kedalam tanah dan ditimbuninya.

    Demikianlah, Habil meniru perbuatan burung gagak itu. Ia menggali
tanah dan menguburkan mayat saudaranya itu. Namun setelah
selesai menguburkan mayat saudaranya, ia tetap merasa gelisah. Apa yang
dikatakannya kepada bapaknya-Nabi Adam.
Ia tidak berani pulang. Rasa bersalah membuatnya merasa ketakutan sendiri.
Lebih-lebih pada waktu ia melihat ayahnya dari atas bukit datang
menghampiri. Qabil makin panik. Ia melarikan diri. Masuk hutan, mendaki
gunung dan menuruni jurang.

    Nabi Adam dan Hawa merasa sedih atas kejadian itu. Sebab beliau itu
hanyalah manusia biasa yang mempunyai hati dan perasaan. Beliau pasrah kepada
Allah dan menerimanya sebagai takdir dan kehendak-Nya.
Ia bermohon untuk diri dan keluarganya agar dikaruniai kesabaran dan
keteguhan iman. Serta bertaubat, beristighfar mohon pengampunan
Allah.

    Selama beberapa tahun ibu Hawa melahirkan putra-putri kembar.
sehingga anak turunnya demikian banyak. Maka berkembanglah anak
manusia keturunan Nabi Adam.

Baca Juga !!! : Asal Mula Langit, Bumi, Malaikat, dan Jin atau Iblis

    Setelah manusia berkembang demikian banyak, dan Nabi Adam
meninggal dunia. Banyak umat manusia yang berpaling dari
kebenaran. Untuk mengingatkan manusia dari kelalaian maka Allah
mengutus Nabi Idris sebagai Nabi dan Rasul.

Adam dan Hawa diturunkan ke Bumi


http://muhammadiqbalasyror.blogspot.co.id/2017/02/adam-dan-hawa-diturunkan-ke-bumi.html

Turunnya Nabi Adam dan Hawa ke Bumi

    Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun Taubat Adam dan Hawa
diterima, keduanya diampuni Allah. Tetapi atas kesalahan itu mereka harus
keluar dari surga yang penuh kenikmatan. Ini sudah sesuai dengan Kehendak
Allah yang memang menciptakan manusia sebagai Khalifah di bumi, sebagai
penghuni dan pengatur planet Bumi.

    Maka berfirmanlah Allah : "Demi kemuliaan-Ku, kamu berdua harus
meninggalkan surga ini. Kalian akan turun ke bumi yang telah lama
terbentang. Di sana segala kebutuhan hidupmu tersedia, tetapi kalian
harus berusaha payah, harus bekerja keras untuk mendapatkannya."

    Selain Adam dan Hawa, Iblis juga diusir dan harus hidup di bumi. Jadi Adam
dan Hawa akan hidup bersama Iblis di bumi. firman Allah : "Turunlah kalian ke
bumi. Di bumi kamu hidup, di bumi kamu mati. Dari bumi itu pula kamu akan
dibangkitkan. Di atas bumi kelak kamu dan anak cucumu selalu mendapat
godaan dan tipu daya iblis agar anak cucumu celaka dan hidup sengsara.
Di sana anak cucumu akan menghadapi perjuangan berat dari jenis lelaki
akan bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga. Dari jenis
perempuan akan mengalami kesakitan kala melahirkan anak. Namun
kamu jangan khawatir kamu dan cucumu akan Ku-beri petunjuk-
petunjuk yaitu ajaran-ajaran agama. Barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku
maka ia akan selamat dari godaan Iblis."

    Demikianlah, Adam dan Hawa harus turun dari surga. Sewaktu diturunkan ke
bumi keduanya berada di tempat yang terpisah jauh. Konon Adam diturunkan di
Tanah Hindia, sedang Hawa di Tanah Arab.

    Di bumi mereka harus menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan
kehidupan. Wajah bumi yang belum tersentuh tangan manusia keadaannya
sangat menyeramkan. Gunung-gunung menjulang tinggi, jurang-jurang terjal
menganga lebar, pohon-pohon raksasantumbuh berserakan, binatang-binatang
buas baik yang besar maupun yang kecil berkeliaran di mana-mana.

    Untuk melindungi tubuhnya dari hawa dingin dan sengatan serangga, Adam
dan Hawa memakai kulit binatang sebagai pakaiannya.

    Selama bertahun-tahun keduanya saling mencari dan berkelana dari satu
tempat ke tempat lainnya. Perjalanan yang ditempuh sangat sukar dan penuh
bahaya. Derita dan sengsara benar-benar mereka rasakan. Akhirnya mereka
bertemu di Padang ARAFAH setelah saling mencari selama empat puluh tahun.

    Betapa terharu melihat keadaan istrinya yang telah kepayahan.
Sengsara menapak jalan yang sulit dan kejam. Mereka berpelukan, menangis
penuh haru.

    Kini mulailah bapak baru bagi kehidupan cikal bakal anak manusia. Adam
dan Hawa tinggal di sebuah goa yang besar dan lebar. goa itu terletak di dataran
tinggi sehingga tak gampang diserang binatang buas.

    Dengan bekal yang telah diberikan Allah, Adam mulai mengelola alam di
sekitarnya. Ia menjinakan binatang untuk diternakan, mengolah lahan
pertanian dan perkebunan buah-buahan. Tantangan alam yang keras telah
menggerakan akal pikiran Adam agar dapat mempertahankan kehidupan
dengan keadaan yang lebih baik.

    Apakah karena kesalahan Nabi Adam sehingga seluruh umat manusia
harus menderita hidup di dunia ? Bukan ? Nabi Adam memang diciptakan Allah
sebagai khalifah atau pengelola bumi dan isinya. Hanya saja, setelah
diciptakan Nabi Adam ditempatkan di surga, setelah itu beliau harus ke tempat
tujuannya yaitu Bumi.

Baca Juga !!! : Kisah Qabil dan Habil

    Namun dari sini kita harus pandai-pandai dan waspada terhadap bujuk
rayu Iblis dan Setan. Mereka akan berusaha dengan segala macam cara untuk
menjerumuskan manusia ke lembah dosa. Salah satu jurus Iblis yang paling
ampuh untuk meruntuhkan iman manusia ialah menjadikan baik sesuatu
perbuatan maksiat atau dosa dalam pandangan manusia. Padahal dosa
adalah dosa, maksiat adalah maksiat, barang tetap haram ini sudah jelas, jika
dilanggar berarti kita menuruti bujukan setan yaitu musuh nyata bagi
semua umat manusia. Bukan setannya yang nyata tapi ucapan dan perbuatan
yang bertentangan dengan agama itulah yang nyata dan dapat dipahami oleh
manusia agar menghindarinya.

Adam dan Hawa Mulai Tertarik

 



Tipu Daya Iblis Kepada Nabi Adam

 

Tipu Daya Iblis Kepada Nabi Adam

    Iblis meneruskan bujukannya. "Aku bersumpah dihadapan kalian. Demi
Allah aku sebenarnya hanya memberi nasihat, karena aku merasa kasihan
pada kalian berdua. Larangan Tuhan itu tak lain adalah supaya kalian tidak
bisa hidup kekal di surga ini."

    Hawa yang terkena bujukan Iblis itu berkata kepada Adam. "Rupanya ia
benar ucapan Iblis itu. Ia telah bersumpah dengan nama Allah."

    Hawa yang lemah hatinya kemudian menghampiri pohon buah Khuldi dan
memetik buahnya. Pada saat itu Adam dan Hawa, sedang merasa lelah, haus
dan lapar. Terlebih setelah mendengar ucapan iblis bahwa buah Khuldi itu
rasanya paling lezat di surga. Keduanya pun lupa pada peringatan Allah.
Keduanya lalu makan buah itu. Rasanya memang lezat hingga keduanya
lupa pada larangan Allah.

    Allah mencela perbuatan mereka dan berfirman : "Bukanlah Aku telah
melarang kamu berdua mendekati pohon itu, dan Aku katakan kepadamu;
Sesungguhnya syetan itu adalah musuhmu yang nyata."

    Adam dan Hwa sangat menyesal. Terlebih setelah memakan buah itu
aurat mereka terbuka. Mereka berlarian kesana kemari sembari menutupi
auratnya dengan dedaunan surga. Mereka sangat malu dan takut mendengar
firman Allah.

    Namun akhirnya Adam dan Hawa sadar bahwa mereka tak mungkin dapat
menyembunyikan diri dari hadapan Allah Yang Mahatahu.

Baca Juga !!! : Adam dan Hawa diturunkan ke Bumi

    Dengan bertunduk malu, meyesal atas dosa yang telah dilakukan Adam
berkata, "Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah
melanggar perintah-Mu, karena terkena bujukan Iblis, jika Engkau tidak
mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami
termasuk golongan orang-orang yang merugi."

Jebakan Iblis Kepada Nabi Adam

Jebakan Iblis Kepada Nabi Adam

 

Jebakan Iblis

    Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan Adam dan keturunannya. Ia
berdaya supaya agar Adam terusir dari surga. pada suatu ketika ia berhasil
masuk surga. Kebetulan pada saat itu Adam dan Hawa sedang merasa haus dan
lapar. Iblis datang sembari berkata. "Hai Adam, tampaknya, kau dan istrimu
sedang lapar dan haus. Makanlah buah di hadapanmu itu. Lihat, warnanya
begitu indah dan segar, baunya pun sangat harum tentu rasanya sangat lezat."

    Adam tahu, buah dihadapannya memang tampak lain daripada yang lain.
Tapi buah itu adalah buah larangan. Maka ia tak mau memetiknya. Iblis
membujuk Hawa tapi Hawa juga tak berani makan buah itu.

    Iblis kecewa dan merasa sakit hati. Tapi ia tidak putus asa. Pada suatu saat ia
mendekati Adam lagi. Kali ini ia berkata. "Mengapa Tuhan melarangmu makan
buah ini ? Tak lain agar kalian tidak jadi malaikat. Sebab jika kalian makan buah
itu kalian akan menjadi penghuni kekal di surga ini. "Percayalah, aku adalah
seorang teman yang memberi nasihat baik."

    Pendirian Adam tidak tergoyahkan. Ia tetap tak mau menuruti godaan Iblis
untuk makan buah Khuldi.

    Pada suatu kesempatan Iblis datang lagi. Ia memilih waktu tepat. Adam dan
Hawa baru saja berjalan-jalan keliling surga. Mereka kelelahan. saat itulah
iblis berkata; "Hai Adam, ketauhila sebenarnya hanya golongan malaikat saja
yang boleh makan buah itu. Sebab dengan makan buah itu para malaikat akan
mengalami hidup kekal tanpa mengalami kematian."

Baca Juga !!! : Adam dan Hawa Mulai Tertarik

    Adam dan Hawa mulai mendengar rahasia Allah sebelum kalian diciptakan.
"sambung Iblis." Bahwa kalian takkan hidup lama. Beberapa waktu lagi kalian
akan dimatikan. Nah jika kalian ingin hidup kekal abadi di surga ini makanlah
buah itu, rasanya sungguh lezat tak ada duanya di surga ini. Sungguh bodoh
jika kalian tidak mau menerima nasihatku ini."